Cita-Cita Mulia Gus Dur Sebelum Wafat



Saat anak-anak ditanya, apa cita-cita yang ingin dicapai saat menjadi dewasa nanti? Diantara mereka ada yang menjawab menjadi dokter, polisi, TNI, Astronot dan sebagainya. Cita-cita tersebut sangat baik untuk memotivasi anak-anak agar berperilaku dan belajar dengan giat. Namun dengan seiringnya waktu, saat ia menjadi dewasa maka cita-citanya pun berubah. Rata-rata, cita-cita atau keinginan yang ingin dicapai seputar kebahagiaan yang bersifat non-duniawi. Begitu juga dengan Gus Dur Presiden RI ke-4 mempunyai keinginan yang sangat mulia sekali. Apa itu cita-cita Beliau? Beriktu penuturan seorang Guru atau Ustadzah di Pondok Pesantren Tahfidzil Quran Al Istiqomah, Weleri Kendal.
****************
Gus Dur
Dalam sebuah muwajahah di Jakarta tahun 2006 dengan Mbah Wali Gus Dur, beliau pernah berujar:
“ Nabi Muhammad itu tidak dikenang karena mempengnya (semangatnya) beliau beribadah. Nabi Muhammad itu tidak dikagumi karena kealimannya. Beliau ada di hati setiap kaum muslimin karena akhlak dan sikap welas asihnya. Ini yang bikin saya “iri” dengan Kanjeng Nabi. Mau gak ya kelak ketika saya sudah meninggal, kaum Muslimin berkirim fatihah kepada saya, walau hanya sekali saja?”

Kami pun tertunduk menahan haru yang luar biasa. Sesederhana ini harapan beliau. Mari kita kirimkan fatihah kepada beliau sebagai bukti kita mencintai dan mengenang beliau, sebab semua orang kelak akan dikumpulkan beserta orang-orang yang mereka cintai...

Ila ruhi Simbah Wali Kyai Haji Abdurrahman Wahid Al Marhum Wal Maghfurlah wa zawjatihi wa dzurriyahitihi wa furu’ihi wa silsilatihi wa muridihi wa muhibbihi ya Allah... wa muhibbihi ya Allah ... wa muhibbihi ya Allah... syaiun lillahu lana wa lahum Al Fatihah...

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »