Pendapat Ulama, Tokoh Indonesia dan Internasional Tentang Syiah

Berikut ini ada beberapa pendapat tokoh dan Ulama Indonesia berkaitan dengan pemahaman atau madzhab Syiah. Sebelumnya juga Ulama Internasional yang tergabung pada Konferensi Ulama Dunia yang menghasilkan Amman Message (http://ammanmessage.com/)  memberikan pendapatnya tentang syiah. Mereka sepakat bahwa syiah bagian dari Islam. Adapun yang mengatakan Syiah bukan bagian dari Islam ialah golongan/ kelompok orang yang mudah memvonis umat Islam yang lain denga kalimat sesat, kafir dan sebagainya. 

Video Pendapat Ulama Ahlussunah tentang Syiah ( https://www.facebook.com/fahmi313/videos/10153683175158498/)

**********

Din Syamsuddin (Ketua Umum PP Muhammadiyah):
“Tidak ada beda Sunni dan Syi’ah. Dialog merupakan jalan yang paling baik dan tepat, guna mengatasi perbedaan aliran dalam keluarga besar sesama muslim.” (republika.co.id).

KH. Alie Yafie (Ulama Besar Indonesia - Mantan Rois Syuriah PBNU):
“Dengan tergabungnya Iran yang mayoritas bermazhab Syi'ah sebagai negara Islam dalam wadah OKI tersebut, berarti Iran diakui sebagai bagian dari Islam. Itu sudah cukup. Yang jelas, kenyataannya seluruh dunia Islam, yang tergabung dalam 60 negara menerima Iran sebagai negara Islam.” (tempointeraktif).

Slamet Effendy Yusuf (Ketua PBNU):
“Caranya terus menjaga persamaan sesama Umat Islam, bukan mencari perbedaannya.” (republika.co.id)

Prof. Dr. Umar Shihab (Ketua MUI Pusat):
“Syi'ah bukan ajaran sesat, baik Sunni maupun Syi'ah tetap diakui Konferensi Ulama Islam Internasional sebagai bagian dari Islam.” (rakyamerdekaonline.com)

Alm. Buya Hamka (Mantan Ketua Umum MUI Pusat) Mengutip pernyataan Imam Syafi’i:
“Jika saya dituduh Syi'ah karena mencintai keluarga Muhammad Saw, maka saksikanlah wahai Jin dan Manusia, bahwa saya ini orang Syi'ah. Jika dituduhkan kepada saya bahwa saya Syi'ah karena membela Imam 'Ali, saya bersaksi bahwa saya Syi'ah.” (majalah.tempointeraktif.com)

KH. Nur Iskandar Sq. (Ketua Pondok Pesantren se-Indonesia, Ketua Dewan Syuro PPP):
“Kami sangat menghargai kaum Muslimin Syi'ah.” (Inilah.com)

Buya Syafii Ma’arif (Cendikiawan Muslim, Mantan Ketua PP Muhammadiyah):
“Kalau Syiah dikalangan mazhab, dianggap sebagai mazhab kelima.” (okezone.com)

Amin Rais (Mantan Ketua PP Muhammadiyah):
“Sunnah dan Syi’ah adalah madzhab-madzhab yang legitimate dan sah saja dalam Islam.“ (satuislam.wordpress.com)

Marzuki Ali (Ketua DPR RI):
“Syi’ah itu mahzab yang diterima di negara manapun diseluruh dunia, dan tidak ada satupun negara yang menegaskan bahwa Islam Syi’ah adalah aliran sesat.“ (okezone.com)

Jusuf Kalla (Mantan Wakil Presiden RI):
“Harus ada toleransi terhadap perbedaan karena perbedaan adalah rahmat.” (tempo.co)

Muhammad Mahfud MD (Ketua MK):
“Kalau saya mengatakan semua keyakinan itu tidak boleh diintervensi oleh negara. Keyakinan itu tak boleh diganggu orang lain, kecuali dia mengganggu keyakinan orang lain.” (Okezone.com).

Prof. Dr. Azyumardi Azra, MA (Cendikiawan Muslim, Direktur Sekolah PascaSarjana UIN Jakarta):
“Syi'ah adalah bagian integral dari umat Islam dan tidak ada perbedaan yang prinsipil dan fundamental dalam Syi'ah dan Sunni, kecuali masalah kepemimpinan politik.” “Fatwa haram atau sesat Syi'ah itu tidak diperlukan, baik secara teologis, ibadah dan fiqih karena pertaruhannya Ukhuwah Islamiyah di Indonesia.” (republika.co.id)

Prof. Dr. Komaruddin Hidayat (Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta):
“Syi'ah merupakan bagian dari sejarah Islam dalam perebutan kekuasaan, dari masa sahabat, karenanya akidahnya sama, Al-Qur'an-nya, dan Nabinya juga sama.” (republika.co.id)

Rhoma Irama (Seniman dan Mubaligh):
“Tuhan kita sama, nabi kita sama, kiblat kita sama, sholat kita sama, puasa kita sama, zakat kita sama, haji kita sama, kenapa harus saling mengkafirkan.” (tempo.co)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

1 komentar:

Write komentar
17 September 2016 10.22 delete

Syi'ah bukan Islam,kalau Syi'ah dianggap Islam bersyahadhat lagilah kalian alla Syi'ah,coba di inggat lagi (QS,AL-MUNAFIQUN:4 )

Reply
avatar