Wajah Asli K.H Hasyim Asyari Menurut Santri dan Pembantunya

Berikut ini penjelasan dari pengarang buku "Hasyim Asyari Guru Sejati" yakni Saudara Mas Syamsul Huda berkaitan bagaimana wajah atau rupa asli alias yang sebenarnya (minimal mendekati kebenaran) dari Hadrotussyaiky K.H Hasyim Asy'ari? Inilah penuturan Beliau yang kami diambil dari laman facebook pribadinya:
*********
Ini yang kedua kalinya saya harus menjawab keraguan Mas Ipang, soal jenggot Hadratussyaikh Hasyim Asy'ari.

Entah apa maksud Mas Ipang membawa-bawa Kakek Buyutnya untuk memancing orang berdebat dan saling mencaci maki???.

Lukisan yang siang tadi dipajang sebagai backdrop di Tugu Proklamasi dalam rangka pencanangan Hari Santri.

Lukisan yang karya Toto. MS tersebut diambil dari cover buku Guru Sejati yang saya tulis. Buku yang menerangkan tentang sejarah asal usul berdirinya Pondok Pesantren Tebu Ireng. Gambar cover ini yang asal usulnya adalah karya pelukis Badri(Pasuruan), lukisan tersebut dipesan khusus oleh Gus Riza Yusuf Hasyim untuk memvisualkan perjuangan Mbah Hasyim ketika menghadapi kekejaman Tentara Nippon.

Ketika lukisan ini sudah selesai, kami bertiga ( Gus Riza, Mas Badri dan saya) menghadap almarhum KH. Hamid Baidlowi, kemudian kepada Pak Bulkin (adik KH Solihin - khadam/pembantu Mbah Hasyim yang ikut ditangkap Tentara Jepang).

Pendapat kedua Beliau; lukisan yang sudah jadi tersebut dikoreksi, bahwa Mbah Hasyim raut wajahnya klimis tidak berjenggot.

Untuk meyakinkan pendapat dua orang yang sempat bertemu Beliau, lukisan tersebut dibawa kerumah saya untuk ditashihkan kembali kepada Bapak saya, H. Ahmad Riyadi. Beliau asli Tebu Ireng, cucu salah satu khadamnya (pembantu) Mbah Hasyim. Bapak meyakinkan memang benar, bahwa Mbah Hasyim itu selalu klimis, wangi, selalu rapi dengan jas krah shanghai warna dawuk (abu-abu pekat).

Ketika lukisan ini saya ambil lagi sebagai cover. Sekali lagi saya bertanya kepada Bapak, dan beliau menjawab, "ya memang seperti ini wajah Mbah Hasyim".

Sebagai catatan; ketika launching buku Guru Sejati, dua kali buku ini dibedah di Pondok Pesantren Tebu Ireng.

Yang pertama, bedah buku digelar di Masjid Ulul Albab Tebu Ireng bersama Gus Fahmi. Yang kedua, di Aula KH. Yusuf Hasyim. Semula dijadwalkan Gus Solah akan menjadi pembicara, namun karena ada tamu penting dari Malaysia, maka diwakilkan kepada salah satu guru Tebu Ireng.
Dua kali dibedah di Tebu Ireng, tidak ada satupun keberatan soal isi, terlebih cover Guru Sejati. Bahkan Gus Fahmi mengapresiasi positif terhadap buku ini.

Namun mengapa sekarang Mas Ipang ribut di Facebook?. Kenapa tidak mencari sumber lukisan tersebut?

Mengapa koq senengnya ngajak ribut orang, sangat jauh dari sifat Buyut-nya yang selalu santun dan murah senyum.

Sekali lagi, saya hanya ingin menyampaikan fakta yang sebenarnya. Jangan mengotori akhlak beliau yang begitu luhur, apalagi mengundang orang untuk saling mencaci maki di facebook. Tolong diurut lagi, apa KH. Wahid Hasyim, KH. Kholik, KH. Karim, KH. Yusuf Hasyim (merupakan putra-putra Mbah Hasyim) memiliki jenggot?

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

1 komentar:

Write komentar
30 Juli 2017 00.05 delete

Jenggot itu sunnah sekaliber tokoh hadratus syeikh kiyai hasyim as'ari pastilah memakai jenggot, berfikir pakai ilmu bukan pakai duit.

Reply
avatar