Mantap, Aktifis NU Mendirikan Madrasah Di Pedalaman Papua!

Aktifis Nu mendirikan madrasah di Papua
Malakabu, Rabu (28/10/2015) bertepatan dengan peringatan Hari sumpah Pemuda, para pemuda Aktifis NU yang dikirim oleh Persasudaraan Profesional Muslim (PPM) Aswaja dan SARKUB telah resmi membuka Madrasah di salah satu pedalaman di Papua. Pembukaan madrasah oleh Aktifis NU bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan agama Islam di kawasan pedalaman di Papua.

Madrasah yang baru saja dibuka, diberi nama "Madrasah Nigeiyah Ibadurrahman ". Nama madrasah ini adalah kolaborasi dua bahasa antara bahasa asli suku setempat dan bahasa Arab.

Nama “Nigeiyah” diambil dari bahasa suku setempat yang di berikan oleh tokoh stempat, Suku Kokoda . " Nigaiyah" yang berarti Cahaya. Sedangkan “Ibaadurrohman” yang berarti hamba-hamba Dzat Yang Maha Pengasih merupakan sebuah nama yang di berikan oleh Gus Munawir Bogor. Jadi, “Nigeiyah Ibaadurrohman” memiliki arti Cahaya hamba-hamba Dzat Yang Maha Pengasih. Semoga lantaran berdirinya madrasah tersebut warga sekitar dipenuhi cahaya-cahaya. Baik itu Cahaya dunia dan cahaya akhirat dari Sang Maha Cahaya. Dan diharapkan akan saling berbagi kasih terhadap sesama dengan cahaya-cahaya itu. Kasih yang bersumber dari Dia yang Maha Pengasih pula.

Acara pembukaan Madrasah diawali dengan pembacaan Qasidah "Sholawat oleh para aktifis NU di Papua. Tampak wajah anak-anak calon santri madrasah begitu gembira dan sangat antusias. Mereka dengan semangat mengikuti lantunan sholawat yang disenandungkan oleh grup hadroh Aktifis NU. Anak-anak yang tak kurang dari 40 itu diberi pesan, wawasan, cerita dan pengertian betapa pentingnya mengaji dari tokoh-tokoh yang hadir.

Ustadz Abdul Wahab selaku Kordinator aktifis NU Papua yang dikirim oleh SARKUB dan PPM ASWAJA dalam sambutanya menjelaskan tentang betapa pentingnya belajar ilmu agama dan juga memotivasi anak-anak akan pentingnya pendidikan.

“Bila ingin bahagai di dunia kita harus punya ilmu. Kalau ingin bahagia di akhirat pun harus punya ilmu. Begitu pula bila ingin bahagia di dunia dan akhirat maka harus punya ilmu pula.” Kata beliau dengan mengutip sebuah hadits Nabi SAW.

Ustadz Abdul wahab yang mewakili PPM ASWJA dan SARKUB berharap dengan dibukanya Madrasah di kampung malakabu bisa membantu syiar Agama dan bisa membuat semangat anak-anak dalam menuntut ilmu khususnya ilmu agama.

"Kami juga mengucapkan terima kasih kepada warga dan kepala kampung yang sudah sangat mendukung pembkaan Madrasah ini" pungkas Abdu.

Nampak hadir dalam acara ini Bapak Udin Simurut selaku kepala kampung Malakabu . Dalam sambutannya,  Beliau sangat mengapreasi dan mendukung kegiatan yang diselenggarakan oleh aktifis NU.

"Kami sebagai orang tua atau sebagai ketua kampung mengucapkan ribuan terima kasih sebanyak-banyaknya . Kami punya anak ditinggal begitu saja , tidak tau mengaji tidak tau ilmu sholat , maka kami sangat berterimakasih dengan dibukanya Madrasah ini" Ucap Kepala kampung.

Lanjut Bapak Sudin, Ia mengatakan sependapat dengan apa yang disampaikan oleh Abdul Wahab. Oleh karena itu, beliau mengharapkan dan menekankan pada anak-anak agar bisa membagi waktu. Boleh bermain sepulang sekolah, akan tetapi harus pulang dan mandi bila waktu sudah menunjukkan ashar. Lalu pergi ke masjid untuk mengaji.

Begitu pula Ustadz Zaenal Arif, kepala sekolah SD Ma’arif , mengimbau kepada anak-anak agar rajin mengaji dan tidak membolos. Selain itu, beliau juga meminta dan mengharap kepada para orang tua untuk mendorong dan mengawal anak-anaknya untuk mengaji.

Seakan menjawab permintaan dan pengharapan Ustadz Zaenal Arif, seorang warga yang diberi kesempatan untuk sambutan, Bapak Hamzah mengatakan bahwa beliau akan selalu mengingatkan anak-anak bila waktu mengaji hampir tiba. Bahkan, akan memukul dengan lembut anak-anak yang masih bermain bila waktu mengaji sudah tiba, tapi mereka masih tetap bermain.

Sehubungan madrasah ini baru pembukaan, Ketua PC. IPNU-IPPNU Kabupaten Sorong, Ust Muhammad Yahya, mengajak dan memohon kepada warga untuk mendukung semampunya.

“Siapa tahu akan ada orang terhebat se-Sorong, se-Papua, se-Indonesia, atau se-dunia yang berasal dari Malakabu Kokoda ini.”ujar Ust Yahya

Sedangkan tokoh agama setempat, Bapak Imam Abdul Gani, menceritakan bagaimana sulitnya beliau sekolah dan mengaji pada masa lalu. Beliau harus berjalan kaki jauh terlebih dahulu untuk itu.

“Oleh karena itu, saya berharap agar kalian (anak-anak) memanfaatkan betul madrasah ini. Kalian (anak-anak) tak perlu menempuh jalan kaki yang jauh terlebih dahulu untuk bisa mengaji seperti saya. Saya berharap kalian (anak-anak) bisa lebih pintar dari saya.” Tutur pria yang pernah menjuarai MTQ se-Kabupaten Sorong itu .

Turut hadir dalam acara tersebut adalah Ustadz Yahya (ketua PC IPNU Kabupaten Sorong ), Marfu'ah ( Sekertaris PC IPPNU Kabupaen Sorong), Ustadz Zainal ( Kep Sek SD Al maarf ), Ustadz Abdul Wahab (Kordinator aktifis NU Papua), Ustad Abdul Ghani Tagate ( Imam Besar Kokoda ), Bpk Udin Simurut ( Kepala Kampung Malabu), Ust Taufiq dan Ust Agus ( Aktifis NU yang di kirim oleh PPM ASWAJA dan SARKUB)

Acara ditutup dengan d'oa dan menyanyikan Lagu Indonesia Raya yang dipandu oleh Ustadz Abdul Wahab.

Kontributor: Ustadz Abdul Wahab

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »