Lucunya Fans Arab dan Pembenci Barat

Berikut ini ada tulisan yang menurut kami menarik untuk dicermati bagaimana lucunya sebagian kecil orang Indonesia yang terlalu mengagungkan Arab dan terlalu membenci Barat. Padahal disatu sisi mungkin ia tidak tahu kalau Arab sendiri mencintai Barat. Berikut ini ulasannya:
*******
Saya melihat hubungan antara Arab (khususnya Arab Teluk), Barat (khususnya Amerika), dan Indonesia (khususnya yg pro-Arab) itu unik, menarik, dan lucu. Negara-negara Arab, khususnya Teluk itu "sangat Barat" dan jelas-jelas pro-Amerika (dan Inggris). Hampir semua produk-produk Barat dari ecek-ecek (semacam restoran fast foods) sampai yang berkelas & bermerk untuk kalangan berduit, semua ada di kawasan ini. Mall-mall megah dibangun, antara lain untuk menampung produk-produk Barat tadi. Warga Arab menjadi konsumen setia karena memang mereka hobi shopping (selain sembahyang).

Orang-orang Barat juga mendapat "perlakuan spesial" disini, khsusnya yang bekerja di sektor industri dengan indikasi mendapatkan gaji tinggi, fasilitas melimpah. Mayoritas orang-orang Arab juga sangat hormat dan inferior dengan orang-orang Barat. Saya sering jalan bareng bersama "kolega bule"-ku ke tempat pameran dan sebagainya, dan mereka menganggap saya adalah "jongosnya". Bagi orang-orang Arab (teluk), non-bule darimanapun asalnya, apapun agama mereka (Islam kek, Kristen kek) adalah "kelas buruh". Sementara orang bule--"sekere dan sebego apapun mereka, beragama atau tidak--" (dalam bahasa kasarnya) tetap dianggap "kelas elit". Mereka baru menaruh rasa hormat, kalau sudah tahu "siapa kita?".

Sejumlah universitas-universitas beken di Amerika juga membuka cabang di Arab Teluk, selain Saudi, (Georgetown, New York Univ, Texas A & M, Carnegie Melon Univ, dll). Di bawah bendera King Abdullah Scholarship, Saudi telah mengririm lebih dari 150 ribu warganya untuk belajar di kampus-kampus Barat, khususnya Amerika, Kanada & Eropa (juga Aussie). Tidak ada satu pun yang disuruh belajar ke Indonesia!! Sementara (sebagian) warga Indonesia memimpikan belajar di Arab.

Lucunya, para fans Arab di Indonesia, mereka mati-matian meng-tuan-kan Arab, sementara Arab sendiri tidak "menggubris" mereka. Para "cheerleaders" Arab ini juga mati-matian anti-Barat padahal orang-orang Arab mati-matianan membela Barat. Saya bukan anti-Arab atau anti-Barat karena teman-teman baikku banyak sekali dari "dua dunia" ini. Saya juga bukan pro-Arab atau pro-Barat. Saya adalah saya yang tetap orang kampung Jawa. Daripada "menjadi Arab" atau "menjadi Barat", akan lebih baik jika kita menjadi "diri kita sendiri" yg tetap menghargai warisan tradisi & kebudayaan leluhur kita.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »