Cara dan Alur Ulama NU menyusun Ijtihad Hukum Agama

Ada beberapa cara dan alur yang rumit, tidak sembarangan dan sangat komplek ketika Ulama NU akan mengeluarkan Ijtihad Hukum Agama yang akan difatwakan kepada masyarakat. Sehingga produk fatwa dan ijtihad Ulama NU mampu memberikan solusi yang baik terhadap permasalahan agama yang dialami masyarakat.
 *****

Adapun alur pembahasan masail diniyyah waqi’iyyah dilingkungan jam’iyyah Nahdlatul Ulama’ dapat dijelaskan sebagai berikut :

  1. Penerimaan masalah-masalah (agama) waqi’iyyah dari tingkatan organisasi dibawahnya, perorangan atau kelompok masyarakat.
  2. Masail (masalah-masalah) yang diajukan biasanya sudah pernah dibahas dalam forum bahtsul masail ditingkat bawah, namun belum terpecahkan (mauquf) atau belum terjawab dengan jawaban yang memuaskan.
  3. Identifikasi dan penyeleksian masail guna memilih dan memilah masail yang akan dibahas dalam majlis pembahasan.
  4. Pembahasan masail dengan merujuk pada kitab-kitab klasik maupun mu’asharah yang ditulis oleh ulama’ madzhab empat khususnya madzhab Syafi’i.
  5. Penjawaban masail beserta argumentasi dan kitab rujukannya dipandu pimpinan sidang dan pengawasan team perumus dan dewan tashheh.
  6. Pimpinan sidang menyimpulkan rumusan jawaban sesudah mempertimbangan hasil analisa jawaban oleh team perumus dan selanjutnya ditawarkan kepada peserta bahtsul masail guna mendapatkan persetujuan.
  7. Rumusan jawaban sedapat mungkin dilengkapi dengan dalil al-Qur’an beserta tafsirnya dan al-Hadits beserta syarahnya.
  8. Rumusan jawaban yang telah mendapat persetujuan lalu dimintakan tashheh dari dewan tashheh terdiri dari para Ulama’(Kyai) Sepuh yang terdapat dijajaran syuriyah.

- Hasil keputusan Munas Alim Ulama’ Nahdlatul Ulama’ tahun 1992 di Lampung 
- Hasil keputusan Muktamar NU XXXI tahun 2004 di Boyolali

Via: Santri.net

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »