Adab dan Kewajiban Nongkrong Di Jalan Menurut Islam

adab nongkrong menurut islam
Berikut ini adalah adab dan kewajiban bagi seseorang yang biasa nongkrong/ kumpul-kumpul di jalanan menurut pandangan Islam. 

Hobi nongkrong itu hakikatnya kurang baik bagi seorang Muslim, sekalipun bukan sesuatu yang diharamkan dalam Islam, namun kebiasaan nongkrong itu dapat mengurangi muru’ah (kredibilitas atau keluhuran akhlak). Karena itu, hendaklah umat Islam meminimalisir kebiasaan nongkrong dipinggir jalan.

Namun, jika karena suatu sebab, ada yang merasa belum mampu meninggalkan hobi nongkrongnya, maka minimal harus mengetahui aturan yang telah diajarkan oleh Nabi Muahammad SAW sebagai berikut.

Abu Sa’id Al-Khudri RA memberitahukan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Jauhilah oleh kalian duduk-duduk nongkrong di jalanan.” “Ya Rasulullah, kami tidak bisa meninggalkan tempat duduk kami (di pinggir jalan) yang biasa kami gunakan untuk berbincang-bincang,” kata sebagian shahabat. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Jika kalian tetap duduk di sana, maka penuhilah hak jalan itu.” 

Apakah hak jalan itu, ya Rasulullah?” kata para shahabat tersebut.
“Pejamkanlah mata (dari wanita dan segala yang haram dilahat), buanglah kotoran (pada tempatnya), jawablah salam, serta hendaklah menyuruh berbuat baik dan mencegah kemungkaran,” papar Rasulullah SAW. (HR. Bukhari dan Muslim).

Abu Thalha Zaid bin Sahl menginformasikan bahwa ketika ia dan para shahabat lain duduk di halaman rumah di pinggir jalan, Nabi Muhammad SAW menghampirinya, dan bersabda,“Kenapa kalian duduk di pinggir jalan? Jauhilah duduk-duduk di pinggir jalan!
Kami duduk di sini sama sekali tidak mengganggu orang, kami di sini berbincang-bincang tukar pikiran,” jawab seorang shahabat. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Kalau begitu penuhi haknya, yaitu pejamkanlah mata, jawablah salam, dan berbicaralah yang baik.” (HR. Muslim).


Sumber: muslimmoderat.com

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »